Banyak Eksekutif Muda RI Anggap MEA Ancaman

Banyak Eksekutif Muda RI Anggap MEA Ancaman

Gelaran Indonesian Youth Conference (IYC) 2015. (Moh Nadlir. )


Berita Midas - Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, wajar jika Indonesia dianggap memiliki peran penting dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) awal tahun depan sudah mulai diterapkan.

Namun, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk dapat berkompetisi khususnya di bidang ekonomi dengan negara lain di kawasan.   

"Sebuah studi memaparkan bahwa hanya 45 persen eksekutif Indonesia yang melihat MEA sebagai peluang kesempatan. Sedangkan sisanya menganggap MEA sebagai sebuah ancaman," terang Indra Nur Fatriansyah ketua Pelaksana Festival Indonesian Youth Conference (IYC) 2015 di Jakarta, Sabtu 28 November 2015.

Menurut Indra, di tahun keenam festival ini di gelar, pihaknya mencoba mengumpulkan semua anak muda dari seluruh penjuru tanah air, guna membekali mereka dengan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan berbagai bidang. Agar siap menyambut dan menghadapi MEA.

Indra berharap melalui kegiatan ini pemerintah bisa mendengar suara-suara anak muda. Terlebih IYC mengajak anak-anak muda Indonesia untuk aware dengan berbagai isu sosial, khususnya mengenai MEA

Di masa depan dia berambisi gelaran ini bisa masuk ke level International Youth Conference. Sehingga mengajak seluruh anak muda di dunia peduli dan terbuka atas berbagai situasi dunia internasional yang ada.

"Kami ada keinginan untuk buat acara skala internasional tapi tidak dalam waktu dekat. Kita ada keinginan untuk go international," ujar Indra berharap.

IYC 2015 sendiri diselenggarakan dengan menghadirkan beragam pembicara yang berlatar belakang berbeda, Komentator Bola Pangeran Siahaan, Presenter kondang Farhan dan lain sebagainya. Tak kurang lebih dari 800 peserta anak muda hadir, mengikuti delapan seminar dan tiga workshop dalam kegiatan tersebut.
close