Berlian Besar Ini Bernilai Rp 800 Miliar

THINKSTOCKIlustrasi

Berita Midas — Berapa harga yang ditawarkan oleh seorang CEO perusahaan yang baru saja menambang berlian dengan ukuran terbesar kedua di dunia? Ternyata, 60 juta dollar AS atau setara Rp 800 miliar. 

"Saya bahkan tidak memberi tahu istri saya. Harga ini lebih tinggi dari estimasi terakhir, yakni kurang dari 60 juta dollar AS," ujar William Lamb, CEO Lucara Diamond Corp, yang pekan lalu mengumumkan penemuan berlian berkualitas 1.111 karat. 

Penemuan ini menggemparkan industri berlian yang bervaluasi sekitar 80 miliar dollar AS atau setara Rp 1.000 triliun. 

Batu tipe IIa yang berukuran sedikit lebih kecil dari bola tenis ini merupakan yang terbesar sejak penemuan batu berlian Cullinan 3.106 karat di Afrika Selatan pada tahun 1905. Berlian tersebut dipotong menjadi beberapa bagian dan ditata di mahkota Kerajaan Inggris, Crown Jewels of Britain. 

Batu berlian mentah dapat dijual dengan harga sekitar 60.000 dollar AS atau setara Rp 822 juta per karat. Akan tetapi, Lamb berharap, nilai status berlian ini dapat meningkatkan. 

Lamb menjelaskan, pekerja Lucara pertama yang memegang batu ini adalah satu-satunya orang yang masih hidup yang dapat menangani batu berlian 1.000 karat. 

"Banyak orang akan menggunakan harga 60.000 dollar AS per karat sebagai basis. Namun, di atas semua itu, Anda harus melihat ukuran berlian yang sudah dipoles hingga tahap akhir sama halnya dengan konteks historis," ujar Lamb. 

Belum lama ini, Lamb menolak tawaran pembelian berlian tersebut dengan harga lebih dari 40 juta dollar AS atau setara Rp 548 miliar. 

Tidak hanya itu, perusahaan yang dipimpinnya pun telah kedatangan pihak Natural History Museum di Inggris danDiscovery Channel yang tertarik membuat dokumenter tentang berlian ini. 

Meskipun demikian, Lamb mengaku, pihaknya tidak ingin buru-buru menjual berlian langka tersebut. Pasalnya, kata Lamb, saat ini perusahaan tidak sedang membutuhkan dana ataupun terlilit utang. 

"Sektor berlian tidak banyak kedatangan kesempatan. Jadi, bagi kami, menjualnya bukanlah hal yang masuk akal. Kami memiliki waktu yang tepat untuk mencari cara terbaik dalam menjualnya. Tidak menjual pun sebenarnya merupakan sebuah opsi," tutur Lamb.
close