5 Tanda Untuk Mengetahui Kamu Terlahir Menjadi Pengusaha Besar, Bukan Hanya Karyawan Biasa



Berita Midas, Menjadi anak buah sekaligus atasan untuk dirimu sendiri bukanlah sesuatu yang mudah dicapai. Namun bila kamu telah mendedikasikan dirimu untuk berwirausaha, hal tersebut wajib kamu lakukan. Segalanya perlu kamu pertaruhkan untuk memulai usaha, seperti uang, waktu, dan tenagamu. Seringkali banyak orang terdekatmu juga belum mengerti mengapa kamu harus memilih jalan yang penuh pengorbanan tersebut bila sebenarnya kamu bisa memperoleh pekerjaan bagus dengan gaji yang terjamin.
Jika kamu dalam kondisi tersebut, mungkin kamu memang tidak ditakdirkan untuk bekerja untuk siapapun kecuali dirimu sendiri. Nah, sebelum kamu memutuskan jalan mana yang akan diambil. Yuk kita simak 5 tanda untuk mengetahui apakah kamu terlahir menjadi pengusaha besar, bukan hanya karyawan biasa.

1. Kamu tidak akan puas dengan memenuhi ekspektasi orang lain, kamu harus benar-benar memilih jalan hidupmu sendiri

rincondelarla.blogspot.com

Yakin dengan pilihanmu sendiri!
Kamu memilih untuk melakukan sesuatu yang paling bagus bagimu, bukan sesuatu yang diinginkan orang lain darimu. Kamu percaya bahwa orang yang paling tepat untuk bertanggung jawab secara penuh terhadap segala keputusan adalah dirimu sendiri bukan orang lain. Kamu juga tidak ingin menyalahkan orang lain atas keputusan jalan hidupmu. Karena dapat saja setelah mengikuti arahan mereka, ternyata kamu tidak menemukan kesuksesan atau kebahagiaan.
Perilaku ini membuktikan bahwa kamu benar-benar mengenal dirimu sendiri. Masukan orang tua atau orang lainnya tetap saja menjadi referensi pertimbangan yang penting, tapi keputusan akhir berada di tanganmu, karena kamu orang yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk dirimu.

2. Kamu bekerja demi menemukan panggilan hidup, bukan hanya mengejar jenjang karir saja
Add caption

edubuku.com


Kamu menginginkan lebih dari sekedar menaiki tangga jabatan untuk akhirnya menjalani masa pensiun dalam kehidupanmu. Kamu berharap apa yang kamu kerjakan tiap harinya benar-benar mendefinisikan dirimu yang sebenarnya bukan target ataupun tujuan perusahaan.
Semua orang dapat saja mendapatkan pekerjaan dan gaji. Tapi tidak semua orang dapat membangun usaha dari awal. Dan kamu berharap menjadi salah satu dari segelintir orang yang mendapat panggilan hidup tersebut. Kamu hidup setiap harinya berusaha mewujudkan mimpimu sendiri, bukan mimpi orang lain.

3. Kamu berani menanggung risiko yang lebih tinggi untuk bisa bermimpi lebih besar


Pada saat masuk, orang-orang yang bekerja di perusahaan telah mendapatkan gambaran jenjang karier mereka. Bila mereka bekerja dengan baik dan berprestasi secara bertahap mereka akan mendapatkan kenaikan jabatan. Sedangkan bila gagal, mereka bisa melamar kembali pada perusahaan lain. Bila pola hidup yang sedikit risiko dan penghargaan itu tidak menarik bagimu, berarti kamu mempunyai keberanian untuk memimpikan sesuatu yang tidak terbatas.

Dengan menjadi pengusaha, kamu bisa mengembangkan usahamu sejauh ide dan kreativitasmu. Namun kamu juga akan selalu mengetahui bahwa semakin besar impianmu maka akan semakin besar juga risiko yang harus diambil. Bila kamu memahami hal tersebut dan berani terhadap risiko dan kegagalan di depan, maka kamu memang terlahir untuk memimpin bisnismu sendiri.

4. Kamu juga memiliki harapan untuk menyebarluaskan kebahagiaan kepada orang lain


Kamu belum puas jika hanya dengan memperoleh cek gaji perbulan untuk dipakai sendiri, justru kamu baru merasa puas kalau dapat membuat lapangan pekerjaan untuk orang lain. Kamu lebih bahagia ketika bisa menyebarluaskan kebahagiaan dan kesejahteraan yang berasal dari hasil usahamu.

Kamu mengetehui sekali, semua orang di berbagai penjuru dunia selalu membutuhkan pekerjaan. Dengan menjadi pengusaha dan membuka lapangan kerja, artinya kamu tidak hanya bisa bermanfaat untuk dirimu sendiri namun juga untuk banyak orang lainnya yang membutuhkan.

5. Kamu mempunyai arti sendiri mengenai makna kesuksesan


Bila kamu bekerja untuk orang lain, ukuran keberhasilanmu dalam pekerjaan juga ditentukan oleh orang lain. Tapi bila kamu tidak nyaman dinilai kinerjanya dan ditentukan kesuksesannya oleh orang lain, memang kamu terlahir bukan untuk jadi karyawan.

Bukan sanjungan dari atasan yang membuatmu merasa puas, melainkan saat kamu dapat mencapai kebahagiaanmu menurut dirimu sendiri. Kebahagiaan karena kamu bisa menjalani hidupmu sesuai dengan keinginanmu. Mencukupi kebahagiaan versi pribadi sulit diciptakan oleh orang-orang yang tidak bekerja untuk dirinya sendiri.

Bila kamu mempunyai tanda-tanda di atas, mungkin kamu memang tidak ditakdirkan untuk bekerja di bawah pimpinan orang lain. Nah, mulai sekarang kamu hanya harus memantapkan niat dan dedikasi untuk berkarya di bawah kepemimpinanmu sendiri.
Tidak ada yang bilang membuka usaha atau bisnis sendiri akan terasa lebih mudah. Namun setidaknya kamu telah mengambil langkah awal untuk menentukan arah nasibmu sendiri. Semoga beruntung atas segala keputusan yang akan kamu ambil!


Penulis: Asep Setiawan
Sumber: SatuJam.com

close