Gaji Sopir Transjakarta Rp 6 Juta, Dua Kali UMP


Gaji 2 kali UMP, dapat BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Tertarik?

Berita Midas - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan banyak sopir untuk mengoperasikan ratusan bus angkutan umum di bawah naungan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Terlebih ke depan, angkutan umum di Jakarta ini akan beroperasi selama 24 jam.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku tidak akan mempersulit jika ada sopir metromini, kopaja atau kopami yang ingin bergabung. Namun, mereka harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum mengemudikan bus-bus milik Pemprov DKI Jakarta.

"Nggak dipersulit. Kami juga sudah bilang nggak ada syarat ijazah, orang bawa mobil doang kok, nggak pakai ijazah. Umur juga nggak dibatasin. Yang penting sehat," ujar lelaki yang akrab disapa Ahok ini seperti dikutip dari Beritajakarta, Selasa, 22 Desember 2015.

Dikatakan Ahok, untuk setiap unit bus, pihaknya membutuhkan sebanyak lima orang sopir. Karena ke depan semua angkutan umum yang sudah tergabung dengan PT Transjakarta akan beroperasi 24 jam.

"Kami butuh sopir berapa buat 1 bus? 5 sopir. Karena saya mau 24 jam. Jadi kami butuh banyak sopir," ucap Ahok.

Ahok menambahkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan balai pelatihan untuk sopir yakni di Bekasi dan Tegal. Para sopir ini, lanjutnya, harus mendapatkan sertifikat terlebih dahulu agar tidak ugal-ugalan saat beroperasi.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mendaftarkan para sopir tersebut ke Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) baik kesehatan maupun ketenagakerjaan, serta gaji 2 kali UMP, tahun 2016, UMP DKI Jakarta Rp 3,1 Juta.


"Gaji dua kali UMP, ada BPJS ketenagakerjaan, ada BPJS kesehatan, jadi alasannya apa nggak mau gabung," tandasnya.
close