Ikan Beku Dari Sulawesi Utara Diincar 14 Negara Ini

Ikan Beku Dari Sulawesi Utara Diincar 14 Negara Ini

Abdul Rahman asal Tobelo menunjukkan ikan cakalang yang dibelinya dari nelayan Morotai di pulau Kolorai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, 12 November 2015. Minapolitan sendiri adalah sebuah konsep yang dilontarkan lima tahunan lalu, saat Menteri Kelautan dan Perikanan masih dijabat Fadel Mohammad. Namun Morotai kini masih jauh dari apa yang diharapkan akan terwujud. ANTARA/Fanny Octavianus



Berita MidasJakarta - Provinsi Sulawesi Utara mengekspor ikan beku ke 14 negara pada triwulan III tahun 2015 karena permintaan yang cukup tinggi. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Inggris, Thailand, Spanyol, Belanda, Jepang, Singapura, Taiwan, Mauritius,Filipina, Afrika Selatan, Perancis, Tiongkok dan Malaysia.



Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Jenny Karouw mengatakan jumlah ikan beku yang diekspor ke 14 negara tersebut mencapai 5,23 juta ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar US$ 21,30 juta.  

Jenny mengatakan permintaan paling besar untuk ikan beku asal Sualwesi Utara adalah Amerika Serikat yakni sebanyak 2,02 juta ton dengan sumbangan devisa sebesar US$ 10,82 juta. Kemudian disusul Inggris sebanyak 1,99 juta ton dengan nilai devisa US$ 6,74 juta. "Minat negara Eropa dan Amerika yang cukup tinggi akan ikan beku Sulawesi Utara harus dimanfaatkan dengan baik oleh pengekspor dan nelayan," kata Jenny di Manado, Kamis, 3 Desember 2015.

Untuk itu Jenny meminta agar kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman harus diperhatikan oleh pengekspor. Sebab jika tidak, barang yang dikirim bisa ditolak oleh pemesan karena dinilai menyalahi kontrak yang disepakati.


Pemerintah  siap memfasilitasi agar permintaan ekspor ikan di Sulawesi Utara terus meningkat. Pemerintah juga akan aktif mencarikan pasar baru. 

ANTARA



Pada triwulan III tahun 2015 ada sebanyak 30 komoditas unggulan Sulut yang diekspor ke 64 negara di dunia.

close