Jelang Libur Panjang, Rupiah Perkasa

Rupiah menunjukkan tren penguatan meski menjelang libur panjang akhir tahun.



Berita Midas - Usai keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunganya, banyak pengamat memperkirakan rupiah akan melemah terhadap dollar. Namun, rupanya prediksi tersebut sedikit meleset.

Hal ini terlihat dari beberapa hari setelah keputusan itu, dan menjelang libur panjang Natal, tren rupiah cenderung menunjukkan penguatan. Pada hari ini, berdasarkan data perdagangan Reuters kemarin, rupiah dibuka pada level Rp 13.760 per dollar AS.

Lalu, kembali menguat hingga penutupan di level Rp 13.680 per dollar AS. Meski sempat berada di posisi terendahnya di Rp 13.787, rupiah sempat juga menyentuh level tertinggi hari ini di Rp 13.570.

Pengamat dari NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, menilai turunnya laju dolar AS pada sejumlah mata uang a.l EUR, AUD, JPY, CNY, dan beberapa lainnya memberikan sentimen positif pada Rupiah sehingga dapat mengalami kenaikan.

Pelaku pasar mencermati pergerakan Yen yang kembali mengalami kenaikan setelah pemerintah dan bank sentral gagal memenuhi harapan pelaku pasar terhadap peningkatan stimulus untuk membantu pemulihan negara tersebut.
Tidak hanya itu, kembali meningkatnya laju EUR seiring respon terhadap jelang pemilihan di Spanyol turut memberikan sentimen positif bagi Rupiah untuk dapat menguat.

"Penguatan Rupiah pun berhasil melampaui estimasi kami sebelumnya," tulis analisis hariannya, Selasa, 22 Desember 2015.

Berbalik menguatnya Rupiah, lanjut Reza, memberikan peluang untuk dapat bertahan dalam tren positifnya. Laju Rupiah pun diperkirakan akan kembali memanfaatkan pelemahan laju USD untuk dapat bertahan naik.
Namun demikian, tetap cermati berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi laju Rupiah. Laju Rupiah di atas target resisten 14.020. Rp 13.885-13.868. (kurs tengah BI). (Ism)
close