Pemerintah Masih Ngutang Rp 8 M untuk KAA, Ridwan Kamil: Kami Prihatin

Avitia Nurmatari - Berita Midas
Pemerintah Masih Ngutang Rp 8 M untuk KAA, Ridwan Kamil: Kami PrihatinSalah satu sesi foto dalam peringatan Konferensi Asia Afrika di Bandung (Foto: Agung Pambudhy/dok detikcom)
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sudah sering menagih utang kepada pemerintah pusat soal utang dana penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60. Namun hingga penghujung akhir tahun ini utang senilai Rp 8 miliar itu tak kunjung dilunasi.

"Sudah menginjak 8 bulan lewat. Saya sudah berupaya ke Pak Luhut, ke Kementerian, semua oke di level pimpinan. Yang susahnya itu di bawah-bawahnya," ujar pria yang akrab disapa Emil itu di ruang kerjanya, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (17/12/2015).

Uang sebesar Rp 8 miliar yang dijanjikan pemerintah pusat itu tak kunjung cair, padahal pihak ketiga yang menyelenggarakan rangkaian acara peringatan HUT KAA ke-60 berhak menerima pembayaran yang dijanjikan.

"Kebanyakan (yang belum dibayar) kontraktor, EO, mereka nagih-nagih tapi enggak bisa dibayar. Kasihan sebenarnya," ungkap Emil.

Orang nomor satu di Kota Bandung itu pun menyayangkan molornya pencairan anggaran untuk acara kelas internasional tersebut.

"Kita kan dulu menterjemahkan keinginan pemerintah pusat dalam waktu 60 hari. Acaranya sudah selesai dan sukses. Apapun prosedur (pencairannya) ini sudah 8 bulan dan uang belum turun-turun. Kami sangat prihatin. Mudah-mudahan bisa sampai pesannya ke Pak Jokowi," tandasnya. 

Acara KAA digelar di Bandung pada April 2015 lalu. Presiden Jokowi dan para pejabat hadir. Juga ada delegasi dari luar negeri. (avi/try)

Sumber : detik.com
close