Ahok: Kalau Gerindra Enggak "Ngotot" Kepala Daerah Dipimpin DPRD, Saya Enggak Akan Keluar



KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Anggrek, Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2016).




JAKARTA, Berita Midas .com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ia tidak akan hengkang dari Partai Gerindra jika partai pimpinan Prabowo Subianto itu tidak mendukung revisi RUU Pilkada. 

Dengan kata lain, jika Gerindra tidak mendukung pemilihan kepala daerah melalui anggota legislatif (DPRD), Ahok tetap akan berada di partai tersebut. 

"Kamu (Gerindra) ngotot minta saya dipilih lewat DPRD, ya saya enggak terimalah. Selama (kepala daerah) dipilih rakyat, saya enggak keluar (dari Gerindra) kok," kata Basuki. 

Basuki keluar dari Partai Gerindra pada September 2014 lalu. Ia tak sepaham dengan keputusan partai untuk mendukung revisi RUU Pilkada. 

Pada acara penjaringan calon gubernur Gerindra, Basuki mendapat banyak sindiran ketika acara penjaringan bakal calon gubernur oleh kader Partai Gerindra.

Sindiran-sindiran yang dilontarkan para politisi Gerindra ialah terkait dengan sikap Basuki yang dinilai mereka tidak tahu balas budi. 

Orang pertama yang melontarkan sindiran kepada Basuki adalah Ketua DPD Partai Gerindra Mohamad Taufik.

"Nanti (bakal calon gubernur) kalau sudah terpilih, jangan sampai 'offside'. Jangan kayak Ahok (Basuki). Itu Ahok 'offside' tuh," ujar Taufik. 

Setelah Taufik, sindiran juga dilontarkan anggota Fraksi Gerindra di DPR RI, Riza Patria. 

"Kalau Ahok kan dari PIB, kemudian pindah ke Golkar. Setelah itu, independen. Mungkin nanti bakal dicalonkan partainya Pak Bestari (Ketua DPD Nasdem DKI Jakarta Bestari Barus) atau PDI-P. Kalau kami tidak bisa begitu," ujar dia.

sumber: Kompas.com
close