Bom Baghdad dan Kisah Kota yang Dilupakan Dunia

AFPPara petugas mengevakuasi korban serangan bom bunuh diri di Karrada, Baghdad, Minggu (3/6/2016).

BERITA MIDAS, BAGHDAD - Ledakan bom bunuh diri di Baghdad yang menewaskan lebih dari 200 orang tak mengundang perhatian internasional.

Di dunia maya tak ada tagar untuk Baghdad, tak ada foto profil di Facebook yang menggunakan bendera Irak atau media Barat yang memuat nama dan kisah hidup para korban.

Bukan kali ini saja dunia seakan diam menanggapi serangan maut semacam ini, sehingga menimbulkan kesan jika tragedi tak terjadi di Eropa atau Amerika maka dunia akan bungkam.

Padahal, serangan bom bunuh diri di Baghdad ini, yang diklaim ISIS, merupakan tragedi ketiga dalam selang sepekan terakhir.

Pertama, bom bunuh diri di bandara Ataturk, Istanbul, Turki. Dunia panik karena bandasra ini adalah salah satu yang tersibuk di Eropa dan Timur Tengah.

Selain itu, bandara Ataturk adalah salah satu bandara dengan pengamanan paling ketat. Kondisi ini membuat seorang pembawa acara televisi AS bertanya, apakah serangan serupa bisa terjadi di AS?

Serangan selanjutnya di Dhaka, Banglades. Beberapa orang bersenjata menyerbu sebuah restoran yang kerap dikunjungi para ekspatriat dan diplomat asing di ibu kota Banglades tersebut.

Setelah penyanderaan selama 10 jam, pasukan pemerintah menyerbu restoran itu. Hasilnya, 20 sandera, sebagian besar warga Jepang dan Italia, tewas di tangan para penyerang.

Lalu, ISIS menyerang Baghdad pada Minggu (3/7/2016) pagi, sebuah bom mobil meledak di pasar Karada yang padat pengunjung.

Jumlah korban tewas sudah lebih dari 200 orang termasuk banyak anak-anak. Kawasan itu memang banyak dihuni warga Syiah, yang merupakan salah satu target utama ISIS.

Meski demikian, serangan maut di Baghdan ini nampaknya tak akan menimbulkan kepanikan dunia Barat tak seperti dua insiden sebelumnya di Turki dan Banglades.

Apalagi di Baghdad hal-hal seperti bom mobil, bom bunuh diri atau serangan lainnya terjadi hampir setiap hari. Alhasil, dunia seakan mengabaikan Irak dan tak ada tagar, foto profil atau kisah soal korban pengeboman di Baghdad.

BBC menyajikan data soal serangan maut yang diklaim ISIS di Baghdad dan kota-kota lain di Irak sepanjang tahun ini.

9 Juni 2016: Dua bom bunuh diri di kota Baghdad menewaskan sedikitnya 30 orang.

17 Mei: Empat bom meledak di tiga permukiman Syiah di Baghdad menewaskan 69 orang.

11 Mei: Dua bom mobil meledak di kota Samawa, Irak, menewaskan 33 orang.

26 Maret: Serangan bunuh diri di sebuah pertandingan sepak bola di kota Iskandariya, Irak menewaskan 32 orang.

6 Maret: Mobil pembawa BBM meledak di sebuah pos penjagaan di kota Hilla, Irak, menewaskan 47 orang.

28 Februari: Dua bom bunuh diri meledak di sebuah pasar di Sadr City menewaskan 70 orang.

Sejak invasi AS ke Irak pada 2014, kota Baghdad sudah menjadi ajang pertempuran sektarian, serangan Al Qaeda dan kini ISIS.

Meski menelan serangkaian kekalahan, termasuk kehilangan kota Fallujah, ISIS telah menunjukkan bahwa organisasi itu masih memiliki kemampuan dan kekuatan untuk membunuh rakyat Irak.

Kemarahan warga Baghdad ternyata tak ditujuan kepada para konspirator asing atau ISIS, tetapi mereka marah karena pemerintah Irak tak mampu melindungi rakyatnya.

"Tadi malam jalanan ini masih penuh kehidupan. Kini bau kematian ada di seluruh sudut tempat ini," kata salah seorang warga Karrada kepada harian The Washington Post.
Editor: Ervan Hardoko
SumberIndependentBBC News,
close