KISAH Haru Puluhan Ibu di Perbatasan Indonesia - Papua Nugini Menjahit Bendera Merah Putih



DEWANDARU NEWS - Kamis, 17-08-2017

Inilah salah satu wujud nasionalisme dari masyarakat di perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG). Demi memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72, ibu-ibu di Kabupaten Boven Digoel serentak menggelar acara menjahit 17 buah bendera merah putih ukuran 180x120 centimeter, Minggu (13/8/2017) .


Acara yang diinisiasi oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 405/Surya Kusuma ini digelar di empat distrik, yakni Distrik Mindiptana, Waropko, Ninatie dan Kombut.

Puluhan ibu-ibu sangat antusias mengikuti kegiatan menjahit bendera merah putih secara manual ini. Dengan sabar mereka menjahit dengan tangan, kain merah dan putih yang telah disiapkan oleh Satgas Yonif 405/SK.

Ketua PKK Kampung Ninatie, Nicholas Namno mengaku bahwa dirinya dan masyarakat setempat sangat senang berkumpul untuk beramai-ramai menjahit bendera merah putih.

"Kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap bendera merah putih sebagai bendera Indonesia serta dapat meningkatkan rasa cinta kepada tanah air Indonesia," kata Namno, seperti diikutip dalam siaran pers Pendam IV Diponegoro, Rabu (16/8/2017).

Sementara itu Dansatgas Yonif 405/Surya Kusuma Letkol Inf Diantoro menyebutkan, daerah perbatasan adalah garda terdepan bangsa, Satgas Yonif 405/Surya Kusuma berupaya mewujudkan masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan memiliki jiwa nasionalisme.

"Menjahit bendera merah putih bersama-sama memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia adalah momen yang tepat untuk menanamkan jiwa nasionalisme masyarakat perbatasan RI-PNG," kata Diantoro.

Admin : HR/http://www.kompas.com/
close